Mengenang Tanah Abang Tempo Dulu



Tanah Abang tempo dulu yang merupakan salah satu objek sejarah di Ibukota Jakarta. Sampai saat ini memang belum diketahui secara tertulis mengenai penemuan nama tersebut. Pada pertangahan abad ke-17 nama Tanah Abang mulai disebut-sebut, banyak yang memperkirakan nama tersebut berasal dari tentara-tentara Mataram, Yogyakarta pada jaman Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo (Raja terbesar Kerajaan Mataram), yang pada tahun 1628 dan 1629 menyerang VOC di Batavia.
 
Seperti yang tertulis dalam sejarah, tentara Mataram tidak hanya melancarkan serangan melalui lautan, namun mereka juga mengepung kota melalui selatan. Tanah Abang digunakan tentara Mataram sebagai pangkalan dan dapur umum, karena konturnya yang berbukit dan disekitarnya terdapat genangan rawa-rawa yang mengalir ke Kali Krukut. Tanah kawasan in berwarna merah, atau dalam bahasa Jawa “Abang”, dari sanalah diperkirakan munculnya nama itu.

Mengenang Tanah Abang Tempo Dulu

Seiring dengan berputarnya waktu, Tanah Abang yang awalnya sebagai tempat peristirahatan, tempat plesiran dan tempat mandi orang-orang Belanda serta warga asli Tanah Abang. Justinus Vink yang merupakan anggota Dewan Belanda dan salah satu tuan tanah di Tanah Abang telah sukses membangun Veltervreden (Pasar Senen) untuk membangun pasar di Tanah Abang.

Atas izin yang diberikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang pada saat itu dijabat oleh Abraham Patras (1635 - 1637). Abraham Patras memberikan izin untuk mendirikan pasar di daerah tersebut, namun pasar tersebut hanya boleh dibuka pada hari sabtu saja sehingga kemudian dikenal dengan nama Pasar Sabtu. Syarat yang lain datang dari gubernur jenderal kelahiran Perancis, pasar tersebut hanya diperbolehkan memperjualbelikan barang- barang kelontong dan produk-produk tekstil. Pasar ini pun dibuat dengan sangat sederhana, dindingnya hanya berupa anyaman dari bambu (gedeg, bilik) terbuka yang beratapkan rumbia atau nipah.

Pada perkembangan yang selanjutnya dibangunkan jalan yang menghubungkan Pasar Senen dengan Pasar Abang, yang mana jalan itu kini dikenal sebagai Jl. K.H. Wahid Hasyim, yang memanjang dari timur ke barat, dari Blok A Pusat Grosir Tanah Abang hingga melewati Tugu Tani di depan gedung Lembaga Manajemen PPM, Menteng dan berakhir di depan Bioskop Mulia Agung, Senen.

Jika kita mengenang tanah abang tempo dulu, bangunan awal Pasar Tanah Abang sangatlah sederhana, dengan bilik-bilik yang terbuat dari bambu. Seiring perkembangan zaman, perbaikan dan peremajaan pun terus dilakukan. Pada dahulu kala pemilik kios yang ada di Tanah Abang pada umumnya adalah orang Cina. Pemerintah Hindia Belanda mengatur barang yang diperbolehkan untuk dijual di pasar. Pasar tanah Abang kebagian menjual tekstil, kelontong dan sedikit sayuran.

Pada tahun 1740, Tanah Abang yang baru lima tahun berdiri terkena imbas dari peristiwa etnis Cina. Banyak kios dirusak, diporaporandakan, dan dibakar pada saat itu.dampaknya banyak orang-orang Cina yang menyingkir dari tempat itu ke daerah pinggiran. Dengan demikian membuat wilayah Tanah Abang sepi. Karena peristiwa tersebut,pemerintah Belanda pun merasakan dampaknya, lalu mereka mulai melakukan pendekatan dengan orang-orang Cina agar kembali bergerak memutar roda perekonomian. 

Bersamaan dengan mulai berkembangnya daerah Tanah Abang, daerah itu juga mulai terkenal sebagai tanah kuburan. Pada tahun 1795, perkuburan Tanah Abang pun dibuka, banyak pemuka masyarakat yang dimakamkan di daerah ini. Pada masa kemudian Pasar Tanah Abang dikenal dengan Pasar Kambing, hal ini dikarenakan orang-orang arab yang gemar makan kambing datang dan bermukim di Tanah Abang.

Tanah Abang tempo dulu sangatlah berbeda dengan Tanah Abang yang ada pada saat ini. Setelah mengalami perkembangan yang pesat, Tanah Abang terkenal sebagai pusat bisnis dan grosir tekstil terbesar se Asia Tenggara. Banyak pertokoan modern yang berdiri di wilayah Tanah Abang, dan pertokoan yang termodern di Wilayah Tanah Abang adalah Thamrin City

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

0 Response to "Mengenang Tanah Abang Tempo Dulu"

Posting Komentar

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!