Hukum Memakai Parfum Yang Mengandung Alkohol Untuk Shalat



Parfum Yang Mengandung Alkohol Untuk Shalat - Hukum memakai parfum yang mengandung alkohol untuk shalat merupakan permasalahan yang diperdebatkan oleh para ulama. Seperti yang kita ketahui, salah satu hal yang hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita pada saat ini adalah parfum. Parfum dapat membuat aroma tubuh seseorang menjadi wangi, sehingga akan memunculkan rasa percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
 
Banyak sekali beredar parfum yang mengandung alkohol, begitu banyak juga toko yang menjual parfum dengan mencampurkannya dengan alkohol. Di luar dari kandungan alkoholnya, penggunaan parfum sesungguhnya merupakan anjuran Rasulullah SAW, sehingga hukumnya adalah sunnah. Ada empat perkara yang merupakan sunnah para rasul yaitu, memakai hinna, memakai parfum/wewangian, bersiwak dan menikah.
Hukum Memakai Parfum Yang Mengandung Alkohol Untuk Shalat


Bahkan dalam beribadah, umat Islam dianjurkan agar memakai wewangian, supaya suasana ibadah semakin khusu’ dan menyenangkan. Rasulullah SAW bersabda : Hari ini (Jumat) adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa diantara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan apabila memiliki wewangian hendaklah dipakai.

Sesungguhnya hukum memakai parfum yang mengandung alkohol untuk shalat merupakan permasalahan yang diperdebatkan oleh para ulama. Hal ini disebabkan dari perselisihan ulama tentang najis atau tidaknya alkohol.

Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah rijs (perbuatan yang keji) di antara perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar mendapatkan keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 90)

Dijelaskan pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa khamr, judi, berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah rijs yang bisa berarti najis. Namun rijs/najis yang tercantum pada ayat ini adalah rijs/najis secara maknawi, bukan berarti bendanya bersifat najis. Ditunjukkan dengan penyatuan keempat perkara di atas yang dimana keempat perkara tersebut memiliki satu sifat yang sama yaitu rijs/najis. Khamr (alkohol) juga najis tapi secara maknawi (perbuatan yang keji) bukan merupakan benda atau zatnya.

Syaikh Al Albani mengatakan : parfum beralkohol yang berbentuk minyak dengan kadar alkohol yang rendah bukanlah najis, tetapi bisa menjadi haram. Hal ini menjadi haram hukumnya jika kadar alkohol yang terkandung dalam parfum tinggi sehingga bisa memabukkan. Dan apabila hukumnya menjadi haram, maka membuat, menjual belikaunnya pun juga haram. Berdasarkan firman Allah SWT “Dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan” (Al-Ma’idah: 2)

Dapat disimpulkan jika boleh saja menggunakan parfum jika kadar alkohol yang terkandung pada parfum sedikit. Namun jika kadar alkohol yang terkandung tinggi maka langkah keputusan yang terbaik adalah untuk tidak menggunakannya, kecuali untuk suatu keperluan mendesak,  seperti untuk mensterilkan luka dan sejenisnya.

Lalu bagaimana hukum memakai parfum yang mengandung alkohol untuk shalat ? Sebagian dari mereka menganggap sebagai najis, disebabkan alkohol adalah sebagian dari khamar, yang mana khamar dianggap sebagai najis. Namun jika kita melihat pendapat yang lebih kuat, alkohol tidak identik dengan khamar, meski pada umumnya khamar banyak mengandung alkohol. Sehingga tidak berarti semua benda yang mengandung alkohol dengan otomatis menjadi khamar.

Di sekeliling kita banyak benda yang mengandung alkohol, seperti yang terdapat pada buah-buahan tertentu atau benda lain seperti cat dan zat-zat yang ada di sekeliling kita. Secara zahir banda-benda tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai khamar yang dapat memabukkan. Sehingga ulama pada umumnya menetapkan bahwa alkohol pada parfum bukanlah benda yang najis. Sehingga tidak apa dalam shalat menggunakan parfum yang mengandung alkohol karena bukan khamar dan tidak termasuk benda najis.

Demikian pembahasan kita tentang hukum memakai parfum yang mengandung alkohol untuk shalat. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat.

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

0 Response to "Hukum Memakai Parfum Yang Mengandung Alkohol Untuk Shalat"

Posting Komentar

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!