Tradisi Warga Betawi di Tahun Baru Imlek

Tradisi warga Betawi di Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2014. Jangan ada yang berpikir kami merayakannya dengan bakar petasan dan bagi-bagi ampao. Kami hanya memanfaatkan kejadian unik di hari itu.

Ada 2 kejadian unik pada hari itu:
gerobak jadi angkot banjir
1. Hujan yang turun terus menerus.
2. Ikan Bandeng yang ada di laut Indonesia bobotnya sangat besar, bisa sampai 3x lipat.

Nah, poin yang kedua ini yang dimanfaatkan oleh warga Betawi. Sejak dahulukala kami punya tradisi yan diberi nama MUNGGAH dari asal kata UNGGAH yang artinya memasukan/memberi.
Setiap menantu wajib memberi ikan bandeng kepada mertuanya. Biasanya yang diberikan adalah ikan yang belum diolah. Kemudian si mertua memasaknya sesuai selera. Kalau di keluarga ane di olah menjadi semur.

Berhubung ane punya 2 orang abang ipar, maka jumlah ikan yang diberi lebih dari cukup. Setelah di masak, kelebihan semur ikan tersebut akan diberikan kepada tetangga terdekat. Amal dikit, he..he..he...

Sedangkan pada poin pertama dimanfaatkan oleh pemuda-pemuda Betawi untuk mencari uang. Dengan cara menyediakan jasa mengangkut motor melewati jalan yang banjir. Alat untuk mengangkutnya juga sangat sederhana sekali, cukup pakai gerobak sampah, sayur, atau pasir yang ukurannya kira-kira lebar 1,5 meter panjang 2 meter.
Jalan raya di depan gedung Metro TV biasanya banjir. Di sanalah mereka berkumpul.

Soal tarif, jangan sampai terkejut mendengarnya. Jarak 10 meter dikenakan biaya Rp. 50.000. (mau cepat-cepat naik haji x dia)
Jalan yang banjir ini jalan utama, jadi silahkan bayangkan penghasilannya perhari.
tapi sekarang semua orang (selain warga Betawi) ikut-ikutan menyediakan jasa angkutan ini. Apakah pemuda Betawi melarangnya?
Tidak, kami membebaskan warga pendatang untuk mencari rizki di Jakarta tercinta ini.

Ada yang mau mencoba peruntungan nasib di Jakarta?

Foto: Sumber

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

14 Responses to "Tradisi Warga Betawi di Tahun Baru Imlek"

  1. ini yang namanya hujan dan banjir membawa rejeki..... keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  2. wah tradisi yang unik ya sob....jadi banyak makan ikan dong ya hehe, mahal sekali ya biaya narik gerobaknya.

    Saya follow blognya ya sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi bos Wewengkon. unik n mengenyangkan, he..he..
      Kl soal biaya angkut motor sepertinya memang terlalu mahal.
      Silahkan di follow bos

      Hapus
  3. Wahh. mahal amat tarif angkut gerobaknya boss... seru juga kalau bisa ikutan berpartisipasi.. siapa tahu dikasih ikan yang banyak.. khan bisa dijual sebagian .. :)

    BalasHapus
  4. Oh...
    eh omong-omong tentang Imlek, ditempatku tidak pernah ada perayaan ini,, tapi kalau dikota nya ada suka ada pementasan Barongsai juga, terus yg paling suka dari suasana imlek itu, Kue keranjang, enak banget :)

    Dan omong-omong lagi, tentang jakarta, sedih banget liat berita di tv,, semoga banjir cepat surut, Amin....

    BalasHapus
  5. Tradisi yag unik ya gan, ongkos naik gerobaknya lumayan tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tradisi d kamp ane memang unik + enak. xi...xi... :D

      Soal jasa angkut motor pk grobak tidak ada unsur paksaan. Bagi yg tidak mau silahkn menerobos banjir atau mencari jln lain. Tp banyk yg mau mmakai jasa angkot gerobak, mungkin karena terpaksa

      Hapus
  6. Sambil menyelam minum air. . .
    Tapi diganti biar tenggelam dapet duit. Hehehe

    BalasHapus
  7. Wew Tradisinya mantap ya sob, kren abis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bos Albar.
      tradisi mengirim ikan bandeng ke mertua ini harus dilestarikn. karena memiliki nilai2 kebaikan

      Hapus
  8. Ade: mkasih uda berkunjung k blog yg miskin artikel ini.
    semoga dpt menghilangkn dahaga info ny

    BalasHapus
  9. Hahaha.., aduhh.. kasihan ya bang kena banjir. emang sudah tradisi sejak tahun 80'an ini sejak jaman jepang dan belanda :D hehehe

    BalasHapus

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!