Presiden Soekarno dikira Orang Biasa (V1)

Presiden Soekarno dikira orang biasa. Peristiwa ini terjadi sewaktu beliau mengantar pulang seorang gadis yang menjadi paskibraka. Cerita ini ane dapat dari buku yang berjudul "Percintaan BUNG KARNO dengan Anak SMA. Isi dalam buku ini adalah curhat dari si gadis yang akhirnya jadi istri Sang proklamator kepada seorang wartawan.  Mau tahu siapa nama si gadis? Silahkan di simak cerita dibawah ini. Berhubung ceritanya panjaaaaang banget, jadi ane singkat saja.
Dibawah ini ane beberkan inti dari ceritanya saja.
Selamat menikmati.....


Presiden Soekarno dikira orang biasa

Ajudan yang di depan selalu bertanya kearah jalan kerumahku. Mau tidak mau kujawab juga Jalanan semakin gelap.
Akhirnya iringan kendaraanmemasuki Jl. Tebet Barat VIII. Mobil Lincoln yang kami tumpangi, berdasarkan petunjukku, berhenti di depan rumah nomor 21 Aku agak lega karena lampu masih tampak menyala di ruang tengah. Artinya, orang tuaku belum tidur. Kalau tidak apa jadinya?

Aku bergegas turun. Yang kuharapkan hanya satu: Presiden Soekarno bergegas meninggalkan rumahku, lalu aku masuk rumah dan berlaku seolah-olah tidak terjadi apa pun. Tetapi, ya Tuhan, Bung Karno turun. Seorang kepala negarakah yang berdiri tenang di sampingku ini? Apa jadinya kalau tetangga sampai tahu? Andai pun ada yang menyaksikan, tidakkah mata mereka akan terbelalak lebar karena tak bisa mempercayai penglihatannya?

Bak dikejar setan aku cepat menghambur ke dalam rumah ketika presiden menyatakan ingin berkenalan dengan orang tuaku. Astaga, Presiden Republik Indonesia ingin berkenalan dengan ayah dan ibuku? Apa tidak salah? Apa aku tidak salah dengar?

Kujangkau pintu depan, Sepi. Di ruang tengah ibuku tampak terkantuk-kantuk di sofa, sementara koran tergelatak di lantai. Dengan gugup Ibu kubangunkan. Agak terkejut Ibu terbangun. Entah mendengar langkahku, entah karena suaraku, Ayah tiba-tiba menyembul di depan pintu kamarnya. Dari wajah dan rambutnya aku bisa memastikan, Ayah baru terjaga.

"Mi, Pi, ada Bapak di luar," ujarku, setengah berbisik, masih terengah-engah.
"Suruh masuk," kata Ayah dengan nada datar sambil menuju ruang tamu.
"Pi," cegahku "Masak pakai piyama, sih?"
"Memangnya tidak boleh? "Memangnya kurang pantas?" dengusnya dengan ekspresi meremehkan.
"Yang datang itu Bapak, Pi, Bapak," desisku panik.
"Kepala rumahtangga istana kan?" tebaknya dengan suara sengaja di keraskan.
Aku makin panik.
"Lagian ada perlu apa kok malam-malam begini bangunin orang yang sedang enak-enaknya tidur. Ngana juga sih!" terkamnya.

Ya Tuhan! Ketika Ayah bicara cukup keras begitu, Presiden Soekarno sudah berdiri di depan pintu dengan...

Bersambung...
Baca Presiden Soekarno dikira Orang Biasa (V2)

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

4 Responses to "Presiden Soekarno dikira Orang Biasa (V1) "

  1. Kl beliau masih hidup, ane mau tuh belajar sama beliau cara menaklukan cewe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang lagi mau naklukin siapa...? *kepo*

      Hapus
  2. Penasaran.... pengen baca bukunya :D

    BalasHapus
  3. hahaha... cerita lucu juga mas dan unik hehehe,,,
    ngga cuma biasa tapi juga luar biasa..
    bukankah soekarno itu tokoh yang paling ditakuti amerika? amerika dan zionis israel aja takut sama soekarno iya ngga?? hee,,he,,

    BalasHapus

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!