Muallaf Keras Kepala di Masjid Kedoya

Masjid Al Ukhuwah Kedoya
Masjid Al Ukhuwah Kedoya
Muallaf keras kepala ini ane lihat di masjid Al Ukhuwah, Kedoya. Dulu waktu ane masih kerja di masjid Al Mubarak, Joglo ketika ane lagi shalat Juma'at.
wilayah Joglo Ane pernah melihat dia sedang meminta sumbangan di
Waktu itu dia memberikan amplop kepada seseorang yg baru masuk kedalam masjid, yang tentu saja melewati jamaah yang lain. sedangkan Imam sedang berkhotbah. Perbuatan dia ini sangat di larang, karena dapat mengganggu ke-khusyu'-an jamaah.

Benar saja, begitu ritual shalat Jum'at selesai
dan dia sudah selesai mengambil amplop-amplop yang di berikan kepada jamaah, salah satu pengurus masjid tersebut memanggilnya.

Pengurus masjid: lain kali kalau Imam sedang menyampaikan khotbah dengarkan dengan tertib ya, jangan mengganggu jamaah yang lain.
Muallaf keras kepala: maaf pak, saya tidak tahu. Saya muallaf
Pengurus masjid: ya sudah, kalau tidak tahu tidak apa-apa, tolong nanti jangan di ulangi lagi ya....
Muallaf keras kepala: iya pak

Ternyata janji tinggal janji, berbuatan jeleknya dia ulangi lagi di masjid Al Ukhuwah tempat Ane tadi (1 1/2 jam yang lalu) shalat Jum'at.
Ketika Imam sedang menyampaikan khotbah yang kedua, dia keliling sambil menyodorkan kardus untuk menampung amplop-amplop. Jamaah yang ada di depan Ane tidak ada satupun yang memberikan amplopnya karena mereka tahu etika ketika menjalankan ritual shalat Jum'at.

Ketika pelaksanaan shalat selesai dan jamaah sudah banyak yang pergi, Ane dekati muallaf tersebut.
Ane: bapak yang dulu pernah minta sumbangan di masjid Al Mubarak, Joglo ya?
Muallaf Keras Kepala: ooh... bukan, bapak salah orang kali
Ane: yang dulu mengganggu jamaah lagi shalat Jumat. Terus di tegur sama pengurus masjid, bapak minta maaf. Dan mengaku baru masuk Islam jadi tidak tahu etika shalat Jum'at.
Muallaf Keras Kepala: iya Saya memang muallaf, tapi saya tidak pernah ke sana (masjid Al Mubarak)

Walaupun dia berkelit Ane serang terus.
Ane: sekarang bapak ulangi lagi berbuatan bapak, dengan memggangu orang yang lagi shalat
Muallaf Keras Kepala: tidak apa-apa kata pengurus masjidnya


Ane sempat kaget juga mendengarkan jawabannya. Ane sempat berpikir, masa iya seorang Kyai/Ustadz mengizinkan orang keliling membawa kardus untuk meminta sumbangan ketika Imam sedang Khotbah.
Muallaf Keras Kepala: Saya sudah mendapatkan izin untuk meminta sumbangan di sini.


Oh ternyata itu maksudnya, Ane baru paham.


Ane: maksud saya bukan izin, tapi bapak meminta sumbangan ketika orang sedang melaksanakan (rangkaian) shalat Jum'at
Muallaf Keras Kepala: masih muda pak, belum berpengalaman

Ane: jangan lihat muda-nya, lihat informasi yang di berikan.

Sambil beranjak bangun.
Muallaf Keras Kepala: ya uda, bapak mau nyumbang tidak neh. Kalau nyumbang Saya berterima kasih sekali
Ane: mau...ini (sambil memberikan amplop-nya)

Ketika dia menghampiri, Ane tarik lagi tangannya.
Ane: sini dulu pak....
Muallaf Keras Kepala: tidak pak..tidak pak...makasih...makasi

"Tidak pak" pasti jawaban untuk menolak ngobrol sama Ane. Sedangkan "makasi" pasti jawaban untuk amplop yang ane kasih.

Foto: berhati.com

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

9 Responses to "Muallaf Keras Kepala di Masjid Kedoya"

  1. Walaupun keluar dari lubang (maaf) anus ayam, kalau itu telur, ambil.
    Walaupun keluar dari mulut presiden kalau itu (maaf) muntahan, buang

    BalasHapus
  2. Bener2 muallaf atau cari duit nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wallahu 'alam.
      Ane sebenarnya setuju dia mencari sedekah di masjid cuma caranya terlalu over.
      Beda sama orang2 (dari luar Jakarta) yg mencari dana untuk pembangunan masjid.
      Mereka akan mengambil amplop-nya kalau ritual shalat jum'at sudah selesai.
      Mereka paham etikanya.

      Hapus
  3. Setahu ane mas Haikal, kegiatan apa pun yang kita lakukan biarpun membaca Alqur'an sekalipun kalau Khatib sudah naik mimbar harus dihentikan, benar2 keras kepala jadinya orang itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bos Syafar.
      Ane ajj dilarang sama guru ngaji, ketika khotib sudah naik ke atas mimbar tp ane masih muter tasbih (dzikir/wiridan)

      Hapus
  4. Astagfirullahaladzim... ada ya orang seperti itu, demi uang.... ckckkk :D

    BalasHapus

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!