Buku Catatan Harian Ahmad Wahib Menyesatkan (Vol.2)

Sebelum membaca artikel ini lebih baik Antum membaca Buku Catatan Harian Ahmad Wahib Menyesatkan (Vol.1) terlebih dahulu, agar nyambung dengan pembahasannya.
catatan ahmad wahib
Buku Catatan Harian Ahmad Wahib
Di bawah ini adalah sebagian isi dari buku tersebut, mari kita simak bersama.

"Djohan (Effendi) dan saya (Ahmad Wahid) tidak khawatir untuk ragu-ragu atau kafir karena kami yakin bahwa Tuhan mentolerir hambanya untuk meragukan atau tidak mempercayai ajarannya sebelum taat sepenuh hati. "Bagaimana saya di suruh percaya atau mentaati kalau tidak diberi hak untuk tidak percaya atau ingkar", demikian kata-kata yang sering kami berdua lontarkan dalam diskusi-diskusi dan
traning HMI." (hal. 156).

Dalam sub judul "... sampai hatikah Tuhan memasukan mereka (dua orang Romo kristiani, pen) ke neraka?" buku itu menuturkan bahwa Ahmad W diasuh selama dua tahun oleh Romo HC Stolk SJ yang kemudian jadi rektor Seminari Agung di Kentungan Yogyakarta, dan selama 3 tahun diasuh oleh Romo Willenborg. Ahmad Wahid mengaku senang bertemu lagi dengan Romo HC Stolk SJ dan saling menghormati dalam dialog karena sama-sama penganut pluralisme (mengganggap semua agama itu sama/paralel, menuju keselamatan, dan tidak boleh kita memandang agama orang lain dengan memakai agama kita sendiri, pen). Lalu kisah tersebut ditutup dengan kalimat: "Aku tak tahu, apakah Tuhan sampai hati memasukkan dua orang bapakku itu kedalam api neraka. Semoga tidak." (hlm. 39-41)

Di tengah -tengah keraguan itu, dilontarkan satu kecaman : "Dalam gereja mereka, Tuhan adalah pengasih dan sumber segala kasih. Sedang di mesjid atau langgar-langgar, dalam ucapan da'i-da'i kita, Tuhan tidak lebih mulia dari hantu yang menakutkan dengan neraka di tangan kanannya dan pecut api di tangan kirinya." (hal. 40).

Keraguan yang dicatat Ahmad W kemudian disiarkan oleh Djohan Effendi dan kawan-kawannya lewat buku itu tidaklain adalah menghujat ajaran Islam, di antaranya menjajakan Pluralisme, dengan tidak menggubris firman Allah Subhanahu wa Ta'ala maupun penjelasan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam. Dalam Al-Qur'an ditegaskan:

"Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu, dan Kami masukkan ia ke dalam  jahanam, dan jahanam adalah seburuk-buruk tempat kembali." (An-Nisa': 115)

Walaupun dengan mengemukakan ayat seperti tersebut akan  dikecam oleh Djihan Effendi dkk sebagai da'i-da'i yang mensifati Tihan tidak lebih mulia dari hantu yang menakutkan dengan neraka di tangan kanan..., namun di sini tetap akan saya lanjutkan dengan mengemukakan hadits Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam:

"Diriwatkan dari Abi Hurairah dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda: "Demi dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi ataupun Nasrani, kemudian dia itu mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka." (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan bi Risalati Nabiyyina Ilaa Jamii'in Naasi wa Naskhul Milal Bimillatihi, Bab Wajibnya Beriman kepada Risalah Nabi Kita bagi Seluruh Manusia dan Penghapusan Agama-agama dengan Agama Beliau).

Tulisan Ahmad W yang di sunting oleh Djohan E itu juga mendoakan agar Allah tidak sampai hati memasukan ke neraka terhadap dua orang Romo yang dia akui sebagai bapaknya, dengan ungkapan: "Semoga tidak." Do'a yang telah ia sampaikan itu bertentangan dengan hadits:

Diriwatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW pernah mengunjungi makan ibunya (Aminah), lalu beliau menangis, sehingga menyebabkan orang-orang yang berada di sekitarnya pun menangis pula, kemudian beliau bersabda:
"Aku telah minta izin kepada Allah untuk memohonkan ampun untuk ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan, dan aku meminta izin untuk mengunjungi makan ibuku, maka Allah telah mengizinkan, oleh sebab itu kamu boleh mengunjungi makam, karena hal itu akan mengingatkan kamu kepada kematian." (HR. Imam Ahmad, ImamMuslim, dan Abu Daud, lihat Al-Qur'an dan Tafsirnya, Depag RI, juz 11, hal. 269)

Di sini maknanya, mendo'akan mayat non muslim itu dilarang, sekalipun terhadap ibu Nabi Muhammad SAW sendiri. Sedangkan dua Romo itu tadi adalah jelas non muslim, bahkan sebagai bapak pun bukan dalam arti bapak kandung. Sedang kepada ibu kandung pun kalau si mayat itunon muslim,maka tak boleh dido'akan, apalagi yang bukan.
-------------------------------------------------------------------

Sebenarnya masih banyak catatan Ahmad Wahib yang di beberkan di buku yang menjadi sumber tulisan ane ini. Kalau penasaran silahkan baca/beli bukunya.

Judul   : Aliran dan Paham Sesat di Indonesia
Tebal  : 388 halaman
Penulis: Hartono Ahmad Jaiz
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
-------------------------------------------------------------
Catatan:
Di sini Ane hanya sebagai pengantar berita, tinggal pengunjung yang menilai mana yang benar dan mana yang salah. 

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

4 Responses to "Buku Catatan Harian Ahmad Wahib Menyesatkan (Vol.2)"

  1. kunjungan perdana.., salam kenal, ... *smile

    BalasHapus
  2. wahh aku belum baca Vol 1 nya, belum bisa komen banyak deh, akumau baca dulu :D

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. ngga sob. itu juga ane beli di toko buku bekas

      Hapus

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!