Komentar Dosen Senior IAIN/UIN Tentang Dzikir Anjing-hu Akbar (Vol.2)

Sebelum membaca artikel kedua ini pastikan antum sudah membaca artikel yang pertama, kalau belum silahkan klik di sini.

Untuk yang sudah membaca artikel pertama silahkan lanjut....!!!
===================================================================

Secara metologis B4r4t memang sangat bagus dalam pengembangan ilmu pengetahuan. masalahnya, belajar di B4r4t kan tidak harus terb4r4tkan atau memb4r4tkan diri. Apalagi tipa-tiba nilai-nilai Islam ikut terb4r4tkan juga. B4r4t tetaplah B4r4t , masa iya sih orang-orang b4r4t (yang notabene ghoiru Islam) mau memberi beasiswa gratis pada para mahasiswa Islam tanpa ada
tujuan dan imbalan lain.

Sejauhmana mental terb4r4tkan melanda kalangan IAIN (sekarang UIN. admin)?

Kalau seluruh Indonesia saya tidak bisa memastikan. Tetapi, kondisi umumnya seperti itu. Ada pengalaman menarik, ketika sebuah kampus IAIN membuka program Pasca Sarjana. Mahasiswanya kebanyakan dosen-dosen agama di perguruan tinggi swasta, sementara staf pengajarnya dari IAIN. Para mahasiswa merasa kaget, sampai ada yang berkomentar
, Lho, kesannya, kok kami ini seolah-olah mau disesatkan?

Menurut penilaian mereka, materi yang disampaikan sangat jauh dari nilai-nilai islam, bahkan sengaja di jauhkan. Bahasa kasarnya, mereka melihat ada pemurtadan di IAIN.

Anda sendiri lama di pesantren, juga lama di Timur Tengah. Ketika pertama kali masuk lingkungan IAIN, apa kesan Anda?

Pertama, IAIN itu terlalu ideal. Lembaga ini menerima input dari beragam mahasiswa, ada yang dari pesantren, aliyah, juga SMU, SMK, dan STM yang landasan agamanya jelas sangat minim. Memang banyak yang dari pondok pesantren, tetapi kualitas keagamaan pesantren juga jauh merosot karena domonan warna umumnya. jika yang berlatar belakang sekolah agama saja merasa merosot, apalagi sekolah umum.

Mahasiswa yang berlatar belakan umum  itu masuk tanpa ada program matrikulasi atau tanpa kesetaraan. Pandangan tentang Islam pada masa awal ikut mempengaruhi pandangan selanjutnya. Itulah sebabnya muncul efek yang bisa kita lihat bersama. Pernyataan semacam area bebas Tuhan adalah akibat dari seleksi awal tadi.

Kedua, banyak yang berlatar belakang pesantren. Tetapi ketika mempelajari filsafat atau apapun namanya, mereka tidak makin mendalami ilmu-ilmu Islam. Saya sering mengingatkan mahasiswa bahwa filsuf-filsuf agung Islam terdahulu seperti Al-Farabi, Al-Kindi, Al- Ghazali, sudah sangat paham Al-Qur'an dan hadits, matang dalam lughah, balaghah, dan hafal ilmu-ilmu Islam yang lain di luar kepala. Nah, anak-anak IAIN sekarang tidak memilki itu. Dia belajar filsafat, tetapi Al-Qur'an dan hadits tidak hapal. Jadi, logis kalau output-nya jadi begitu.

Saya sering guyon (bercanda), Wah, kalau begini terus, bukan Ushuluddin namanya. Tapi Uculudin, plesetan dari ucul (pisah-bahasa Jawa) dari ad-din (agama).
======================================================================

Ane cukupkan sampai disini ajj ya...
Setelah membaca hasil dari wawancara ini, bagaimana tanggapan Antum terhadap isi dari artikel ane ini?

Sebenarnya masih banyak petikan wawancara beliau. Jadi kalau yang penasaran silahkan beli ajj bukunya.

Judul: Ada Pemurtadan di IAIN
Penulis: Hartono Ahmad Jaiz
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Tebal: 244 halaman

Wasalam,

Catatan Haikal

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

10 Responses to "Komentar Dosen Senior IAIN/UIN Tentang Dzikir Anjing-hu Akbar (Vol.2)"

  1. Kebanyakan memang orang yang belum tahu ajaran Islam bertindak seperti itu.. maka orang2 tersebut perlu diarahkan kepada lingkungan yg benar dulu..

    BalasHapus
  2. wah wah,,habis di murtadanisasi lalu di kritensisasi... lengkap sudah penderitaanya..

    BalasHapus
  3. kami sekarang ini menyebut IAIN itu dengan kepanjangan Ingkar Allah Inkar Nabi,...karena fenomena mereka yang seperti itu sob,..dan saya sudah sering berdialog dengan mereka yang memang mereka itu punya akidah yang buruk

    BalasHapus
  4. baca judul bukunya kok agak merinding ya... tapi jadi penasaran juga, Insya Allah hari Minggu kalau ke toko buku beli ah :)

    BalasHapus
  5. Sip !!!
    Mudah2an stok-nya masih ada

    BalasHapus
  6. wah matep sekali ulasannya sob, berat saya ngartiinya...

    BalasHapus
  7. wah itu mungkin di iain dosen nya ada yang misionaris tu??

    BalasHapus

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!