Komentar Dosen Senior IAIN/UIN Tentang Dzikir Anjing-hu Akbar (Vol. 1)

Komentar dosen senior tentang dzikir "Anjing-hu Akbar" dan "Kawasan Bebas Tuhan" di kampus IAIN/UIN SGD (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati) Bandung.

Dr. Roem rowi, dosen senior di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel, Surabaya, memcoba menelaah tragedi tersebut. Roem Rowi sangat memahami hal itu, sebab ia telah menceburkan dirinya di lingkungan IAIN semenjak tajhun 1977.

Asisten Direktur (Asdir) I Program Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel ini menerima wartawan Hidayatullah, Ali Athwa dan Bahrul Ulum, dalam sebuah perbincangan panjang di kantornya. Wawancara kemudian dilanjutkan oleh Cholis Akbar diMesjid Al-Akbar Surabaya. Roem Rowi adalah Direktur Imarah (ta'mir) masjid terbesar di Jawa Timur itu. Berikut petikan wawancaranya:

Apa tanggapan Anda begitu mendengar kasus di IAIN SGD?



Iya. Saya sendiri sangat pedih melihat kondisi ini. Sudah banyak orang mengkritik IAIN, misalnya institusi Islam ini dianggap telah meniru dan menciplak Barat.

Ibarat sebuah pepatah, Siapa yang menanam, dia yang akan memetik buahnya. Nah kalau yang dulu di tanamnya seperti itu , sekarang ini sudah sangat kelihatan buahnya.

Maksud Anda?

Menurut saya tidak masalah belajar di B4r4t. Cuma, seharusnya yang belajar di B4r4t haruslah orang-orang yang sudah terseleksi keislamannya, sehingga tidak mudah tertarik dengan pemikiran-pemikiran yang tidak islami yang justru menjauhkan dari nilai-nilai Islam.

Bersambung......

Yang ingin meneruskan membaca silahkan klik tulisan "Bersambung...." di atas.

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

3 Responses to "Komentar Dosen Senior IAIN/UIN Tentang Dzikir Anjing-hu Akbar (Vol. 1)"

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!