Peremajaan Pasar Tanah Abang Tahun 1975

Bulan Agustus rupanya merupakan keberuntungan untuk pasar Tanah Abang.  Ketika pertama kali dibangun tahun 1735 tepat akhir bulan Agustus, kemudian dirombak tahun 1926 jatuh pada bulan Agustus, kemudian peremajaan terakhir tahun 1975 juga bulan Agustus.  Apakah di masa mendatang juga bulan Agustus? Wallahu a'lam !
Sebenarnya bangunan tahun 1926 masih kokoh, namun kondisinya sudah demikian "sumpek" serta fasilitas yang sangat minim dan tidak memenuhi persyaratan lagi, tidak lagi mampu menampung laju perkembangan pedagang yang setiap tahun bertambah mengikutu pertumbuhan penduduk ibukota.  Kini model 1926 tinggal kenangan.
Sampai akhir tahun 1966 perpasaran di Jakarta diurus oleh Dinas Perekonomian Rakyat DKI, sebelum bernama Jawatan.

Melalui suatu pertimbangan untuk meningkatkan efesiensi umum dibidang perpasaran serta keinginan berdikari, Gubernur DKI Ali Sadikin pada tanggal 24 Desember 1966 menurunkan surat keputusan (SK) yang berisikan tentang berdirinya Perusahaan Daerah "Pasar Jaya".  Pada hari dan tanggal itulah diperingati sebagai Hari Jadi atau HUT-nya PD Pasar Jaya (PDPJ).
Setelah perpasaran dikelola PD Pasar Jaya, perkembangannya terlihat lebih
mapan daripada sebelumnya. Hal ini dapat dibuktikan adanya peremajaan bangunan fisik pasar hampir seantero wilayah ibukota.
Pasar Tanah Abang (T.A) juga mengalami peremajaan tahun 1975 yang batu pertamanya diletakan tahun 1973, jadi memerlukan waktu 2 tahun.  Para pedagang ditampung di luar wilayah pasar untuk sementara.
Sebelum peremajaan, Pemda DKI bekerjasama dengan Biro Statistik melakukan survey atas 23 pasar pada tahun 1972 di antaranya meliputi bidang fasilitas perpasaran.

Hasil survey di antaranya mengenai Pasar T.A yang kami turunkan sebagai bahan banding untuk masa-masa mendatang:
Hasil penelitian dari 23 pasar di Jakarta menunjukan bahwa nilai uang yang beredar di kedua puluh tiga pasar tersebut selama satu bulan meliputi jumlah Rp. 1,25 miliar; ini berarti potensi permodalan perdagangan yang ada dalam pasar tersebut rata-rata sebesar Rp. 311.000,- tiap pedagang.  Kedua pluh tiga pasar yang berada dalam menyelidikan tersebut meliputi baik pasar Kota, pasar Wilayah maupun pasar Lingkungan.
Dengan demikian angka rata-rata tesebut juga merupakan cerminan potensi perdagangan besar, sedang dan pedagan kecil yang melakukan kegiatan usahanya dalam pasar-pasar tersebut.
Dilihat dari sumber permodalan yang dipergunakan oleh pedagang dalam pasar tersebut ternyata peranan Bank Swasta maupun Pemerintah tidak berarti.  Sebagian besar modal mereka (60%) diakumulir dari dana sendiri.  Sedangkan pedagang yang menggunakan modal hasil pinjaman dan bantuan pihak lain mencapai 38%. Dilihat dari kebutuhan areal tempat berdagang, maka dari survey perpasaran diperoleh rata-rata penggunaan luas kios 7,67m2 perpedagang.  Walaupun range (variasi) daripada penggunaan areal kios setiap pedagang ini sangatlah besar yaitu dari yang terbesar 30m2 ke atas dan yang terkecil 2m2 atau kurang.  Data-data ini penting untuk pedoman dalam merencanakan pembangunan pasar-pasar yang akan datang, terutama kios minimal menurut barang yang diperdagangkan.  Peranan PDPJ untuk pengelolaan dan pengendalian pedagang dalam pasar, dicerminkan oleh lingkup perizinan yang dikeluarkan olehnya untuk pedagang dalam pasar.  Survey perpasaran menunjukan bahwa secara keseluruhan hanya 25% saja dari para pedagang yang mempunyai perizinan lengkap, yaitu perizinan dari PD. Pasar Jaya dan Departemen Perdagangan; sekaligus itupun mengelompok pada pasar-pasar tertentu yaitu Pasar Tanah Abang, Pasar HayamWuruk Indah dan Pasar Blok A.
Walaupun demikian, hampir 50% dari pedagang dalam pasar memiliki izin berjualan yang di keluarkan PD. Pasar Jaya saja.  Umumnya dalam pasar-pasar yang mengalami rehabilitasi dan up-grading yang di lakukan PDPJ , pedagang-pedagang yang berjualan di situmempunyai perizinan secara tertib.  Perizinan SIB (dari PD. Pasar Jaya) ini kurang baik di pasar Hayam Wuruk Indah, Blok Q, Pasar Lindeteves, Pasar Pagi dan  Tanah Abang.  Masih sekitar 20% dari para pedagang dalam pasar-pasar itu yang tidak mempunyai izin apa-apa dalam melakukan kegiatan dagang.



Bersambung...

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

0 Response to "Peremajaan Pasar Tanah Abang Tahun 1975"

Posting Komentar

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!