Pasar Tanah Abang Dan Kuburan Kebon Jahe Tahun 1920

Tahun 1920 penduduk Batavia berkisar 300.000 jiwa, di antaranya13.000 orang Arab yang banyak juga ada di sekitar Tanah Abang (T.A).  Mereka suka daging kambing.  Pasar T.A pun ramai melayani keperluan daging kambing.  Tidak heran kalau kemudian T.A terkenal sebagai Pasar Kambing.  Predikat itu di pertahankan sampai sekarang.  Sate dan sop-nya memang bisa diandalkan. Nama T.A jadi lebih terkenal lagi setelah tahun 1809, karena kuburan Karet di buka.  Banyak tokoh-tokoh di makamkan disana.  Pembukaan stasiun di dekat pasar T.A semakin meramaikan dan berfungsinya pasar.
Menginjak permulaan abad ke-20 tepatnya tahun 1914 didekat pasar T.A seberang menuju Karet Tengsin, sebuah yayasan bernama Yayasan Masjid Al Makmur membeli tanah seharga F35.000 dan memugar masjid  yang seperti kita bisa saksikan sekarang ini.
Sebuah Wihara atau klenteng Hok Tek Tjen Sien (nama Malaikat Penguasa Bumi)  yang terletak disebelah Barat pasar sudah berusia tua hampir seusia pasar itu sendiri.  Ketika membangun menelan biaya F14.000 ("F" Itu mata uang Belanda jaman dulu, dibacanya
"Florijn", seterusnya Gulden dan saat ini Belanda menggunakan Euro.)

Kuburan Kebon Jahe
Kuburan Kebon Jahe Tempo Dulu
Sebelum kita meningkat kepada kehidupan sosial-budaya masyarakat Betawi waktu itu sebaiknya kita menengok barang sejenak ke sebuah wilayah yang pernah menjadi kebon jahe (K.J) dan sekarang menjadi pemakaman bernama "Prasasti Kebon Jahe".
Menurut literatur yang ada disamoing sebagai nama pasar, Tanah Abang banyak disebut-sebut sebagai tempat pemakaman tokoh-tokoh atau bahkan pahlawan (menurut pandangan Belanda waktu itu-pen).  Didalam kuburan K.J terdapat koleksi makam sebanyak 2.244 buah.  Nama-nama terkenal seperti: - Kapiten Jas (1768) seorang tokoh legendaris yang dianggap mempunyai kekuatan magis
- Ollivia mariamne Raffles (1814)
Jendral Kohler panglima yang pernah menyerang Aceh Raya
- A.V. Michiels (1849) Jendral yang menaklukan kerajaan-kerajaan Bali
- Stutterheim ahli benda-benda kuno Indonesia
- Brandes ahli sejarah purbakala Hindu Jawa serta masih banyak lagi.
Ketika kita memasuki areal pintu masuk makam di atas pintu masuk kita menemukan sebuah monumen kecil berbahasa Latin yang berbunyi antara lain sebagai berikut: "Yang tersebar di Batavia didalam gedung-gedung suci/gereja yang lama sekali" bercandra sengkala Tahun 1884.  Di bagian depan bangunan banyak kita temui batu-batu bertulis yang menyebut nama-nama dan tahun meninggalnya seseorang yang menunjukan  permulaan abad ke-17.  Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa pemakaman Kebon Jahe di pugar tahun 1884.  Namun banyak yang memperkirakan Kapiten Jas penghuni pertama pemakaman K.J. Tanah Abang tahun 1768.  Sampai sekarang masih banyak yang berziarah ke mari berasal dari luar negeri, terutama yang masih bertalian keluarga.  Semakin populerlah nama T.A di luar negeri.

Foto: www.merdeka.com

Dapatkan artikel terbaru melalui email:

2 Responses to "Pasar Tanah Abang Dan Kuburan Kebon Jahe Tahun 1920"

# Di larang mencantumkan LINK AKTIF

Bila Antum melanggar, maka komentarnya akan DIHAPUS!!!